Chan Yan

………… just a simple indonesian personal interest weblog

CUKUP !!!

Posted by chanyan pada 2010/04/25

Oleh : Chan Yan

Tadi pagi saya ikut acara pindapata. Biasanya sih saya jarang ikut acara gitu-gituan. Repot… hehehe… Tapi karena ini kesempatan langka, saya coba-coba ikut deh.
 
Mulanya karena ngeliat teman yang rumahnya aujubile jauhnya dari vihara, tapi koq bisa yah ikut acara pindapata? Pagi-pagi buta udah terbang di jalan tol, katanya  biar keburu meditasi dulu, getarannya menentramkan. Iya dah, saya ikutan juga deh biar kecipratan damai di bumi damai di hati.
 
Mungkin karena udah terbiasa nanganin acara-acara ribuan orang, persiapan panitia dan dayaka sabha sungguh bagus. Cuaca gerimis udah diantisipasi dengan tenda dan payung-payung yg disediakan di pinggir kuti. Kerjanya rapi, cepat tanpa ribut-ribut. Umat yang datang juga pada tau diri, buang sampah pada tempatnya. Ikut ngantri dengan tertib. Ada beberapa wajah public figure yang saya liat. Tokoh-tokoh seperti Mira, Silakumaro Tonny Coasan, dll juga ngantri dari belakang.
 
Emang ada juga sih, satu dua umat kayak saya yang gak sabaran, mau gampangnya aja, kalau ada celah dikit yang kosong, langsung serobot. Untung aja gak kayak antrian sembako, kalo gak, nyawa saya bisa melayang neh bertumimbal lahir gak tau kemana rimbanya gara-gara nyerobot antrian.
 
Panitianya juga baik hati, maksudnya biar turis-turis gak kesulitan beli makanan di pagi-pagi buta begini, vihara udah sediain mangkok kecil, sendok berikut dengan nasi putih yang masih hangat, gratis. Sedangkan ibu-ibu yang rajin memasak di rumah, makanan bisa di taroh di meja yang sudah disediain, gak usah repot-repot nenteng ini itu waktu antri.
 
Panitia bener-bener bekerja keras, datang lebih pagi bahkan kata tukang parkir, ada beberapa mobil yang nginep sejak kemaren. Padahal beberapa diantaranya adalah bos gede loh. Ada yang hobinya naik mobil yang pake ceplokan macan joget di atas plat nomor depan, kalo gak salah namanya jaguar ya. Bos yang hobinya jaguar ini, orangnya tegap dan tegas. Maksudnya kalo kenyataannya A, dia akan bilang A, kalo B yaaa dia teriak B, anti KKN. Orangnya masih muda dan ganteng. Memang saya kadang heran juga, kalau acara-acara yang bagus begitu, pesertanya baek-baek, cantik-cantik dan guuanteng-ganteng.. Buat sesaat saya seperti berada di alam kahyangan di cerita-cerita dongeng, berada di lingkungan wajah orang-orang yang damai dan menyejukkan, laen sekali dengan tampang-tampang koruptor yang saya liat di TV, atau sorotan infotainment yang penuh dengan tampang cantik ganteng tapi penuh tingkah.
 
Kalau saya sih gak bisa masak, tapi beruntung punya istri yang rajin. Jadi nasi putihnya udah bawa dari rumah pake ompreng. Jumlahnya kira-kira kayak porsi makan siang istri saya di kantor, lebih banyak dibanding setengah mangkok kecil yang disediakan vihara. Mungkin karena ngeliat nasi bawaan saya porsinya lebih jumbo atau karena antrian yg panjaaang di belakang saya, setelah menyemplungkan satu sendok tidak penuh pertama ke bowl Lungpu Am, saya bermaksud memasukkan satu sendok lagi, saya langsung diteriakin, “CUKUP !!!” oleh panitia yang berdiri tegak seperti bodyguard disamping Lungpu.
 
Kaget juga saya tiba-tiba ‘dibentak’ seperti itu, nasi yang hampir mendarat buru-buru saya alihkan ke bowl bhante di sebelah Lungpu, seolah-olah nasi sendok kedua itu mengandung virus tak terobati yang bisa langsung membahayakan Lungpu kalau sampai mendarat di bowl beliau. Nah kalau bhante yang lain, saya sendokin yang kedua ketiga, gak ada yang komplain, maka giliran bhante terakhir lah yang kebagian seluruh sisanya hehehe… masak saya mesti bawa pulang sisa beberapa sendok, khan tanggung dunk …
 
Mungkin karena sedang hening ketika menyendok atau mungkin karena saya orangnya sensi, satu kata “CUKUP !!!” itu terus terngiang dalam perjalanan pulang. Atau mungkin karena orang yang meneriakkan kata itu punya ‘isi’ yang tidak saya sadari, ataukah karena Lungpu Am ada disitu, tapi yang jelas getaran satu kata “CUKUP !!!” itu begitu merasuk sukma saya. Tidak kalah dengan suara Lungpu Am minggu malam yang saya dengar: “Athi, athi, athi, athi….” yang menggema terus di dalam batok kepala saya.
 
Sampai-sampai pikiran saya kemudian mulai berandai-andai. Andaikan…, saya sanggup berkata “CUKUP !!!” dalam banyak hal kepada diri saya, mungkin hidup saya akan lebih berbahagia.
 
Ketika sedang giat-giatnya menikmati dunia malam, saya tiba-tiba sanggup berkata “CUKUP !!!” lalu besoknya ketika bangun saya laaangsung menjadi seorang anak yang muliawan. Ketika sedang merampok hak milik orang lain, saya tiba-tiba sanggup berkata “CUKUP !!!” lalu menit berikutnya saya berubah menjadi seorang yang dermawan. Ketika sedang benci sama si dia karena maunya saya gak diturutin, saya tiba-tiba sanggup berkata “CUKUP !!!” lalu…. sejak saat itu saya menjadi seorang yang penuh cinta kasih, istilahnya metta ya.
 
Andaikan di kehidupan yang akan datang, entah yang ke berapa juta kali kemudian, saya menjadi seorang yang super kaya seperti Anathapindika, saya menjadi penyokong utama Sangha di sana. Apakah saya akan sanggup berkata “CUKUP !!! … beri juga kesempatan kepada orang lain untuk bergembira. Saya harus belajar untuk bisa: bergembira melihat orang lain gembira (kalo gak salah, istilahnya anumodana ya).”
 
Ataukah saya akan bilang: “CUKUP !!! Orang lain jangan berdana banyak-banyak. Saya sendirian juga mampu, biar saya sendiri aja yang berdana.”
 
(130109)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: