Chan Yan

………… just a simple indonesian personal interest weblog

Bahiya Daruciriya (b)

Posted by chanyan pada 2010/05/19

photo by: Yulia Halim

Mengenai petunjuk dari Sang Buddha kepada Bāhiya Darucīriya, ada beberapa data tambahan:

a) Riwayat Agung Para Buddha, Buku ketiga, Bab 49 (27), hal.2691:

“(1) Demikianlah, Bāhiya, engkau harus melatih dirimu: dalam melihat objek-objek terlihat (semua objek terlihat), menyadari  bahwa  melihat  adalah  hanya melihat; dalam mendengarkan suara,  menyadari  bahwa  mendengar  adalah  hanya  mendengar;  demikian  pula  dalam  mencium  bau-bauan, mengecap dan menyentuh objek-objek  sentuhan,  menyadari bahwa  mencium, mengecap, menyentuh  adalah  hanya mencium, mengecap dan menyentuh; dan  dalam  menyadari  objek-objek  pikiran,  yaitu pikiran dan gagasan, menyadari   bahwa  itu  hanyalah  menyadari.”

“(2) Bāhiya, jika engkau mampu tetap menyadari dalam melihat, mendengar, mengalami, dan mengenali  (empat  kelompok) objek-indria, engkau akan menjadi seorang yang tidak berhubungan dengan keserakahan, kebencian, dan kebodohan sehubungan dengan objek-objek terlihat, suara yang terdengar, objek-objek yang dialami, atau objek pikiran yang dikenali. Dengan kata lain, engkau akan menjadi seorang yang tidak serakah, tidak membenci, dan tidak bodoh.”

“(3) Bāhiya, terhadap objek-objek terlihat, suara yang terdengar, objek-objek yang dialami, objek-objek pikiran yang dikenali, engkau tidak boleh berhubungan dengannya melalui keserakahan, kebencian atau kebodohan, yaitu, jika engkau  ingin menjadi seorang yang tidak memliki keserakahan, kebencian dan kebodohan, maka, Bāhiya, engkau  harus  menjadi  seorang  yang tidak memiliki keserakahan, keangkuhan atau pandangan  salah  sehubungan  dengan  objek  yang dilihat, didengar, dialami atau dikenali. Engkau tidak boleh menganggap ‘Ini milikku’ (karena keserakahan), tidak  memiliki  konsep  ‘aku’  (karena keangkuhan), tidak  mempertahankan  gagasan  atau  konsep  ‘diriku’  (karena  pandangan  salah).”

“(4) Bāhiya, jika engkau sungguh ingin menjadi seorang yang tidak memiliki keserakahan, keangkuhan  atau  pandangan  salah sehubungan dengan objek yang dilihat, suara yang didengar, objek-objek nyata yang dialami, objek-pikiran yang dikenali,  maka Bāhiya, (dengan tidak adanya keserakahan, keangkuhan dan pandangan salah dalam dirimu) engkau  tidak  akan terlahir kembali di alam manusia, juga tidak akan terlahir kembali di empat alam lainnya (yaitu, alam dewa, Niraya, binatang, dan hantu kelaparan atau peta). Selain kehidupan yang sekarang (di alam manusia) dan empat  alam  kelahiran  kembali  lainnya, tidak ada alam lainnya bagimu. Tidak-munculnya batin-dan-jasmani baru adalah  akhir  dari  kotoran  yang  merupakan dukkha dan akhir dari kelahiran kembali yang merupakan dukkha.”

b) Ud 1.10 Bahiya Sutta, Pali-Inggris oleh John D. Ireland.

  • Herein, Bahiya, you should train yourself thus:
  • ‘In the seen will be merely what is seen;
  • in the heard will be merely what is heard;
  • in the sensed will be merely what is sensed;
  • in the cognized will be merely what is cognized.’ 
  • In this way you should train yourself, Bahiya.
  • When, Bahiya, for you in the seen is merely what is seen…
  • in the cognized is merely what is cognized,
  • then, Bahiya, you will not be ‘with that.’
  • When, Bahiya, you are not ‘with that,’
  • then, Bahiya, you will not be ‘in that.’
  • When, Bahiya, you are not ‘in that,’
  • then, Bahiya, you will be neither here nor beyond nor in between the two.
  • Just this is the end of suffering.

 c) Inggris-Indonesia oleh Dra. Lanny Anggawati & Dra. Wena Cintiawati.

  • Dalam hal ini, Bahiya, kamu harus melatih dirimu sendiri:
  • di dalam apa yang dilihat hanya ada apa yang dilihat;
  • di dalam apa yang didengar hanya ada apa yang didengar;
  • di dalam apa yang dirasakan hanya ada apa yang dirasakan;
  • di dalam apa yang diketahui hanya ada apa yang diketahui.
  • Dengan cara ini kamu harus melatih dirimu sendiri, Bahiya.
  • Jika, Bahiya, dalam apa yang dilihat hanya ada apa yang dilihat,…..,
  • di dalam yang diketahui hanya ada apa yang diketahui,
  • maka Bahiya, kamu tidak akan “bersama itu”;
  • bila Bahiya, kamu tidak lagi “bersama itu”,
  • kamu tidak akan berada di dalam itu;
  • bila, Bahiya, kamu tidak ada di dalam itu,
  • maka Bahiya, kamu tidak akan berada di sini maupun di sana tidak juga di antara keduanya.
  • Inilah akhir penderitaan.

catatan kaki: 4

  • Ini merupakan suatu bacaan yang sulit. Keterangan untuk hal ini yang diperoleh  dari  komentar  akan  merupakan  keterangan  seperti ini:
  • “Dalam yang dilihat hanyalah ada apa yang dilihat” tanpa menambahkan pandangan pribadinya sendiri, opini  maupun  konsepnya sendiri, suka maupun tidak suka pribadi, dan sebagainya; yaitu hanya melihat apa yang ada  seperti  apa adanya.
  • “Kamu tidak akan bersama itu”, yang terikat oleh pandangan itu, oleh daya tarik atau kebencian, dan sebagainya.
  • “Kamu tidak akan berada di dalam itu”, situasi dimana seseorang berkayal dan terhanyut dalam arus pandangan dan emosi.
  • “Kamu tidak akan berada di sini maupun di sana tidak juga di antara keduanya”: tidak di dunia ini maupun di dunia  lain.  Ini berarti mengalami Nibbana atau kebebasan, yang merupakan suatu jalan keluar dari keduniawian, dari  dunia.

 d) Ud 1.10 Bahiya Sutta, Pali-Inggris oleh Bhikkhu Thannisaro.

  • Then, Bahiya, you should train yourself thus:
  • In reference to the seen, there will be only the seen.
  • In reference to the heard, only the heard.
  • In reference to the sensed, only the sensed.
  • In reference to the cognized, only the cognized.
  • That is how you should train yourself.
  • When for you there will be only the seen in reference to the seen,
  • only the heard in reference to the heard,
  • only the sensed in reference to the sensed,
  • only the cognized in reference to the cognized,
  • then, Bahiya, there is no you in terms of that.
  • When there is no you in terms of that,
  • there is no you there.
  • When there is no you there,
  • you are neither here nor yonder nor between the two.
  • This, just this, is the end of stress.

 e) Inggris-Indonesia oleh Sumedho Benny.

  • Kemudian, Bahiya, engkau harus melatih dirimu demikian:
  • Sehubungan dengan apa yang terlihat, hanya ada apa yang terlihat.
  • Sehubungan dengan apa yang terdengar, hanya yang terdengar.
  • Sehubungan dengan yang dirasakan, hanya yang dirasakan.
  • Sehubungan dengan apa yang diketahui, hanya yang diketahui.
  • Demikianlah cara engkau harus melatih dirimu.
  • Ketika untukmu hanya ada yang terlihat berhubungan dengan apa yg terlihat,
  • hanya yang terdengar sehubungan dengan apa yang terdengar,
  • hanya yang terasa sehubungan dengan apa yang terasa,
  • hanya yang diketahui sehubungan dengan apa yang diketahui,
  • kemudian, Bahiya, tidak ada dirimu sehubungan dengan itu.
  • Ketika tidak ada engkau sehubungan dengan itu, tidak ada engkau disana.
  • Ketika tidak ada engkau disana, engkau tidak berada disini atau tidak juga berada jauh diluar itu, tidak juga diantara keduanya.
  • Inilah, hanya ini, merupakan akhir dari ketidakpuasan (Dukkha).

 f) Hudoyo Hupudio:

  • Diṭṭhe diṭṭhamattaṁ bhavissati,
  • sute sutamattaṁ bhavissati,
  • mute mutamattaṁ bhavissati,
  • viññāte viññātamattaṁ bhavissatī  ‘ ti.

        [Artinya, tidak ada perenungan/analisis: vitakketi, vicāreti]

Catatan:
(1) diṭṭhe = yang terlihat, berkaitan dengan indra penglihatan;
(2) sute   = yang terdengar, berkaitan dengan indra pendengaran;
(3) mute = yang tercerap/terasa oleh indra penciuman, pengecapan & perabaan.
                                                                                                                (Jadi #1 s.d. #3 berkaitan dengan kelima indra.)
(4) viññāte = yang muncul dalam kesadaran, yang tersadari.
                                                                                                                (Pali-English Dictionary, Buddhadatta)

  • … tato tvaṁ Bāhiya na tena;
  • yato tvaṁ Bāhiya na tena, tato tvaṁ Bāhiya na tattha;
  • yato tvaṁ Bāhiya na tattha, tato tvaṁ Bāhiya nevidha, na huraṁ, na ubhayam-antare;
  • esevanto dukkhassā ‘ti.

    Catatan:
    (1) tvaṁ na tena    = tidak ada kamu (karena itu).
    (2) tvaṁ na tattha = tidak ada kamu di situ.
                                                                                                         (Pali-English Dictionary, Buddhadatta)
  • Bahiya, berlatihlah seperti ini:
  • Dalam yang terlihat, hanya ada yang terlihat;
  • dalam yang terdengar, hanya ada yang terdengar,
  • dalam yang tercerap (oleh indra yang lain), hanya ada yang tercerap,
  • dalam apa yang muncul dalam kesadaran, hanya ada apa yang muncul dalam kesadaran ….
  • maka, Bahiya, tidak ada engkau dalam kaitan dengan itu.
  • Bila tidak ada engkau dalam kaitan dengan itu, tidak ada engkau di situ.
  • Bila tidak ada engkau di situ, tidak ada engkau di sini, tidak pula di sana, tidak pula di antara keduanya.
  • Inilah, hanya inilah, akhir dukkha.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: