Chan Yan

………… just a simple indonesian personal interest weblog

GJFS 2011

Posted by chanyan pada 2011/03/09

 

 

Bertempat di Chan Forest Retreat Centre atau disebut juga Sheng-Yan Chan Yuan (SYCY), Kompleks Mega Indah – Mega Mendung Cisarua, dari tanggal 19 Februari hingga 05 Maret 2011 telah berlangsung Chan Retreat yang dibimbing oleh Guo Jűn Fa Shi, seorang Dharma Heir Master Sheng-Yen almarhum yang termuda.

Retreat ini diikuti belasan teman dari luar negeri, diantaranya dari Swiss, Toronto, HongKong, Sydney, S’pore dll. Menurut pengakuan mereka di hari terakhir, mereka telah menunggu retreat ini sejak 3 tahun lalu. Luar biasa. Maka tidaklah heran kalau jumlah peserta terasa agak padat. Walaupun tempatnya dinamakan hutan, tetapi sesungguhnya merupakan villa milik keluarga pak Buntario Tigris yang terletak didalam kompleks yang asri di dalam hutan, lengkap dengan bukit, lembah, taman outbound dan aliran sungai yang segar. Maka bagi peserta lokal, kamar merupakan tempat menaruh koper dan barang-barang pribadi lainnya. Sedangkan tidur bisa dimana saja, dengan berbekalkan sleeping bag.

Berbeda dengan beberapa retreat di indonesia yang menugaskan peserta hanya fokus pada latihan meditasi duduk, di retreat chan ini juga ada working meditation. Setelah waktu makan (3x sehari),  peserta diperbolehkan mencuci piring gelas, menyapu daun-daun di halaman atau mengepel lantai. Tetapi tentu saja dilakukan dengan sunyi (noble silent).

Jika sebelumnya saya hanya tahu aliran mahayana di indonesia sebagai aliran cung-cung cep, sehingga pengikut aliran mahayana dianggap sebagai pemeluk agama buddha tradisi, yang memeluk agama buddha karena tradisi/kebiasaan di keluarga tionghua, bukan karena mempelajari ajaran dan meditasi buddhis, umumnya bukan kalangan yg educated. Maka kali ini justru kebalikannya. Dhamma Talk berikut instruksi chan meditasi disampaikan dalam bahasa inggris,  pesertanya terdiri dari beberapa orang bule, dan beberapa orang suku jawa. Umumnya berpendidikan S-1, dan beberapa yg berprofesi sebagai dosen atau dokter. Kegiatan-kegiatan yang sederhana dan mendasar seperti namaskara dan arti berlindung pada triratna dijelaskan dengan detail, baik caranya maupun filosofinya. Beberapa kali ko Jimmy Lominto sebagai penterjemah harus berhenti sejenak, menenangkan diri, terharu dengan kata-kata puitis yang penuh bakti kepada triratna yang mengalir deras dari mulut shih-fu. Mudah-mudahan nantinya tetap bisa ditempatkan sesuai porsinya, tidak sampai timbul kesan bahwa aliran mahayana sebagai ajaran buddhisme yang lebih tinggi, yang penyampaiannya pun harus identik dengan bahasa inggris, atau doa harus dalam bahasa inggris.

Praktik chan dimulai dengan filosofi : Badan ada dimana, pikiran ada disitu. Badan melakukan apa, pikiran juga melakukan itu. Filosofi ini mengingatkan saya akan petunjuk bhante Uttamo di suatu kesempatan, selalu bertanya pada diri sendiri: sekarang saya sedang ngapain?

Kemudian, apapun yang terjadi di dalam praktik, prinsipnya : It’s okay. Not a big deal. Just relax. And smile. Prinsip ini mengingatkan saya akan kata-kata Ajahn Chah: Ini pun akan berlalu.

Filosofi dan prinsipnya begitu sederhana. Saking sederhananya kadang kita tidak percaya bahwa itulah ajaran buddhisme. Buddha adalah seseorang yang paling relax di dunia. Tidak ada ketegangan sama sekali. The Buddha Mind is the ordinary mind. Segala yang dikerjakan hanyalah sesuatu yang perlu dilakukan. Maka seorang pelajar meditasi buddhis juga seharusnya begitu. Semuanya dihadapi dengan relax. Perasaan sakit, nyeri di badan jasmani, atau perasaan kesal, tidak puas atas suatu hal, atau perasaan senang, gembira, semuanya harus dihadapi dengan relax. Istilah kerennya upekkha, tenang-seimbang.

Saya merasa tersentil dengan penjelasan Shih-Fu, kadang kita menepuk-nepuk air dengan tujuan menenangkan air, tetapi yang terjadi justru air menjadi semakin bergelombang. Padahal yang perlu dilakukan adalah tidak melakukan apa-apa, istilah beliau : effortless effort. Di Chan Meditation, concentrating mind tidak dilakukan dengan paksa. Konsentrasi dilakukan secara berangsur. Bahkan suatu ketika tidak sanggup konsentrasi sama sekali karena terlalu banyak wandering thought (pikiran yang berkelana) dan scatter thought (pikiran yang muncul secara acak), juga gak apa-apa, bukan masalah besar, tenang aja, tetap berusaha untuk tersenyum. Tidak perlu memaksakan diri berkonsentrasi sampai dahi berkerut.

Mungkin karena itu, maka di Chan, tidak kehilangan akal atau frustrasi menghadapi situasi apapun. Misalnya, untuk menghilangkan kejenuhan bagi para pemula seperti saya supaya sanggup bertahan sampai akhir retreat, maka dibuatlah upacara minum teh setiap pagi antara makan pagi dan makan siang. Petugas yang menyajikan dibuat bergantian setiap harinya. Beberapa teman, terutama bule, sangat terkesan dengan upacara minum teh yang dilakukan di Chan hall. Baik working meditation maupun serving upacara teh merupakan aplikasi dari 3 ring, yaitu : caring, offering dan 1 ring lainnya (tetapi bukan “suffer ring yg dijari manis”, huahahaha, shih-fu bisa aja)

Demikian pula  untuk membantu menuju pikiran yang terkonsentrasi, dibuatlah langkah-langkah, yang biasanya dikenal sebagai samatha bhavana sampai akhirnya tiba di persimpangan jalan. Jika diteruskan akan masuk ke jhana, tetapi chan berbelok ke arah vipassana bhavana. Disitulah mulai masuk Chan Meditation yang dikenal dengan metode Mo Cao (diinggriskan secara kurang telak sbg Silent Illumination), atau Hua Thou (yang memakai koan/gong-an). Jadi, kalau dilihat dari sudut ini, Chan Meditation sepertinya merupakan salah satu Vipassana bhavana versi mahayana (chinese buddhism).

Lalu apakah rasa pencerahan melalui metode yang  satu, sama dengan rasa pencerahan melalui metode lainnya. Nah, itu yg sy belon tau, xixixixi… Menanggapi permintaan peserta, Guo Jűn Fa Shi berjanji akan datang lagi lebaran tahun 2012, sedangkan lebaran tahun 2011 akan dipandu oleh kakak seperguruannya yaitu Guo Yuan Fa Shi, rencananya berlokasi di sekitar Yogya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: